Karya Tulis Ilmiah



HUBUNGAN FREKUENSI MENYUSUI DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA HARI KE 1-7 MASA NIFAS DI RB SYIFA HUSADA

Prodi : POLTEKES KEMENKES MALANG PRODI DIII KEBIDANAN
Pengarang : IKA PUTRI MARYANDHINI
Dosen Pembimbing : Jupriyono, S.Kp, M.Kes. ; HenyAstutik, S.Kep.Ns, M.Kes.
Klasifikasi/Subjek : , frekuensi menyusui, asi
Penerbitan : , Malang: 2014.
Bahasa : Indonesia
PENYIMPANAN
Lokasi : PUSAT-33-A-
Jumlah : 0

Abstraksi

ABSTRAK Maryandhini, IkaPutri.2014. Hubungan Frekuensi Menyusui Dengan Kejadian Bendungan ASI Pada Masa Nifas Hari Ke 1-7 Di RB Syifa Husada Poncokusumo. Karya Tulis Ilmiah, Program Studi DIII Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing I:Jupriyono, S.Kp, M.Kes. Pembimbing II: HenyAstutik, S.Kep.Ns, M.Kes. Pada masa nifas,ibu sering kali menghentikan menyusui karena payudara terasa bengkak, keras, dan sakit sehingga tidak nyaman saat menyusui bayinya, yang sering disebut dengan bendungan ASI.Salah satu factor penyebabnya yaitu bayi tidak sering menyusu sehingga sisa ASI menumpuk di payudara dan menimbulkan bendungan. Tujuan Penelitian untuk menganalisa hubungan antara frekuensi menyusui dengan kejadian bendungan ASI pada masa nifas hari ke 1-7 di RB Syifa Husada Poncokusumo. Desain penelitian adalah analitik observasional, dengan pendekatan cohort. Populasi seluruh ibu nifas hari ke 1-7 di RB Syifa Husada bulan April – Mei sejumlah 28 responden, teknik purposive sampling di dapatkan sampel 26 responden. Pengumpulan data dengan menyebarkan check list dan melakukan observasi. Pengolahan data melalui tahap editing ,coding, tabulating dan dilakukan analisa uji chi square. Hasil penelitian di dapatkan sebagian besar ibu nifas frekuensi menyusui baik (62 %) dan tidak terjadi bendungan ASI(65,4%). Hampir seluruh ibu nifas yang frekuensi menyusui baik tidak terjadi bendungan ASI (87,5%). Hasil uji statistik, dengan tingkat kesalahan α = 0,05 dan df= 1, didapatkan X²hitung (8,99) > X²tabel (3,841) maka H₀ditolak, artinya ada hubungan antara frekuensi menyusui dengan kejadian bendungan ASI. Kesimpulan : kejadian bendungan ASI sebagian besar terjadi pada ibu frekuensi menyusui kurang (70,0%) dan sebagian kecil pada frekuensi menyusui baik (12,5%). Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kesehatan ibu pada masa nifas. Kata kunci :Frekuensi Menyusui, Kejadian Bendungan ASI



Lampiran